|
Lelaki yang Meracuni Sumur (Ini seperti kerinduan yang menyelinap saat kau terbangun dari mimpi, ada kehilangan yang mengendap, tapi ini hanyalah sebuah mimpi...) Perempuan bersayap sebelah adalah pengunjung sebuah sumur Entah apa yang menghampiri mereka... Perempuan itu membaca lelaki, membaca dan menuliskan kembali setiap huruf dan kata yang terang lindap ditubuhnya. Huruf dan kata bertumpuk mirip bintang-bintang angkasa (imajimu dapat saja menemukan elang, gunung atau burung hantu). Tapi ia hanya seorang lelaki penunggu sumur dan jiwa sumur yang diambil bertimba-timba. Keruh tanpa dasar. (Perempuan mendamba Shaman pada lelaki yang menuliskan bab terakhir dalam lorong-lorong bercecabangnya dan domba-domba phospor yang menempel dilangit-langit. Mereka-reka sebuah akhir. Lelaki dengan sepasang mata menyala, menatap penghunus belati punggung-punggung terbuka.) Perempuan mencabuti dan menanam kumis Nietzsche di kemaluan lelaki, Meski kutuk Seizoutres tertanam di dasarnya. (Kemudian Aletheia kecil terbang, sayapnya tak sebelah seperti perempuan, ia terbang tanpa tangisan, sayapnya menderu hujan yang membasahi kepala, kepala lelaki leleh, rahim perempuan leleh.) Sumur itu kemudian ditinggalkan, |
| Suan Lie January 29, 2006 07:10 PM PST benar.seperti sebuah mimpi. yang hanya boleh hadir saat kita terlelap. melengkapi sayap saaat tertidur. menggenapi hasrat saat tak sadar. dan menjawab semua harap dalam kelenaan. karna semuanya harus lenyap, saat kita terjaga.... | ||
| Leave a Comment: |