Entry: SoapJunkie Thursday, December 01, 2005




Lelaki yang Meracuni Sumur

 (Ini seperti kerinduan yang menyelinap saat kau terbangun dari mimpi, ada kehilangan yang mengendap, tapi ini hanyalah sebuah mimpi...)

Perempuan bersayap sebelah adalah pengunjung sebuah sumur
Sumur yang memendam dan menggaungkan kembali segenap kesunyian,
yang melempar benua byte kata-kata
yang menjawab dalam piksel-piksel membuta
Ayat-ayat Coelho, Bols Blue, Counting Crows dan Radiohead

Entah apa yang menghampiri mereka...

Perempuan itu membaca lelaki, membaca dan menuliskan kembali setiap huruf dan kata yang terang lindap ditubuhnya. Huruf dan kata bertumpuk mirip bintang-bintang angkasa (imajimu dapat saja menemukan elang, gunung atau burung hantu). Tapi ia hanya seorang lelaki penunggu sumur dan jiwa sumur yang diambil bertimba-timba.

Keruh tanpa dasar.

(Perempuan mendamba Shaman pada lelaki yang menuliskan bab terakhir dalam lorong-lorong bercecabangnya dan domba-domba phospor yang menempel dilangit-langit. Mereka-reka sebuah akhir. Lelaki dengan sepasang mata menyala, menatap penghunus belati punggung-punggung terbuka.)

Perempuan mencabuti dan menanam kumis Nietzsche di kemaluan lelaki,
Kontrasepsi Nietzsche; dan perang melumasi rahimnya.
Saat lelaki membongkar segenap pintu terkunci, untuk menggenapkan Aletheia – mencari dan mencabutnya
Menggumam kalimat Adam yang melompati sumur Hawa demi kebebasan.

Meski kutuk Seizoutres tertanam di dasarnya.

(Kemudian Aletheia kecil terbang, sayapnya tak sebelah seperti perempuan, ia terbang tanpa tangisan, sayapnya menderu hujan yang membasahi kepala, kepala lelaki leleh, rahim perempuan leleh.)

Sumur itu kemudian ditinggalkan,
racun mengendap diliangnya.
Lelaki membakar ranjang dan tubuh yang mengucap tuhan
bagai umpatan
menghanyutkannya di sungai darah menuju jiwa lautan
yang menampung air mata; seperti Tigris, seperti Seine.

   1 comments

Suan Lie
January 29, 2006   07:10 PM PST
 
benar.seperti sebuah mimpi. yang hanya boleh hadir saat kita terlelap. melengkapi sayap saaat tertidur. menggenapi hasrat saat tak sadar. dan menjawab semua harap dalam kelenaan. karna semuanya harus lenyap, saat kita terjaga....

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments