Entry: SoapJunkie... Friday, August 26, 2005




Inilah aku yang telah mengendus sekian jejak, saat menerima bingkisan segenap ketenangan masa lalu dari perempuan tua berpakaian pesta yang mereka sebut dunia. Ya, aku mungkin mencintai kamu walau masih butuh sedikit konspirasi melalui musik-musik santai beberapa gelas bir dan bacaan-bacaan usang. Mengingat-ingat setiap detik kesenangan dan menitipkan sekarung rindu dalam selangkangan waktu. Sayang, malam itu aku melihat jembatan penyeberangan itu tidak lagi mengantar orang-orang dari satu tempat ketempat yang lainnya, mereka telah berhenti tepat ditengahnya. Tinggal disana dan memutuskan kematian. Seperti bus-bus kota yang merambat malas mengunjungi halte-halte untuk menjemput dan menurunkan kesunyian.

SMS – Perempuan 1, 13-Aug-05 09:56
Dearest, i dont know why evrything's so wrong nowadays. Perhaps i need to leave evrything n dont give a damn on anything. Or perhaps im trapped in loneliness.

(Reply: …Aku ingin terus-terusan melumat bibirmu dan membuat dadamu sesak, menghisap segenap kesepianmu dan memenjarakannya.)

Kau mungkin tak suka, tapi itulah aku. Berharap menjadi rollercoaster yang mencuri dan menghajar kesunyian itu. Rollercoaster bergemuruh yang menghentikan waktu dan membuat dadamu bergetar kencang. Sayang, kota ini adalah prostitusi purba dan hometown-nya para pembalap zigzag dalam tikungan tak terduga, mereka tak pernah benar-benar melihat dan mendengar kita. Ya, suatu saat kita akan meninggalkan sirkuitnya. Melanjutkan pembicaraan tentang kemiskinan yang berdiam di jembatan penyeberangan itu, di halte-halte itu, di lorong-lorong sempit dan terkelam didalam jiwa dan urat nadi kita. Kau tahu kan, bila kerontang kaleng dan gemerincing recehan kelaparan itu dikumpulkan maka akan memecahkan gendang-gendang telinga dan mengalahkan semua genderang perang yang pernah ada?

SMS – Perempuan 1, 17-Aug-05 12:07
I don't know much/ but i know i love u/ that might be all i need to know.

Ah, aku terlalu gelisah siang ini…mencoba mengumpulkan keyakinan serta mimpi-mimpi tergerus diantara riuh pesta orang-orang yang merasa telah merdeka. Ingin sekali menatap lekat mata kamu. Mencari refleksi wajahku di dalam sana, untuk mengingat dan menyatukan kembali bagian-bagian diriku yang telah berantakan dan hilang.
Sayang, beri aku waktu untuk merampas kamu. (END)

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments