Image hosted by Photobucket.com



Saturday, February 04, 2006
SoapJunkie

Getah

 

TV itu menderu, noise

Sebagai guardian penjaga tidurnya

dalam  ambang ruang menggaung

yang menggenap segala asing,

menggenap semua hilang

ia androida petualangan-petualangan ini

bagi mimpi yang terus memilihnya,

mendesakkan narasinya

 

 

menjelangmalam, 1000 jam yang lalu,

ia penuh dalam ruang itu

tak lagi dibangun oleh dustadusta

dipenggalnya semua

bahkan saat semua miliknya terberai

pada segenap penjuru tak beralamat

ah, ini hanyalah sisa-sisa scene yang bermain

dalam plot tak beratur

antara masa lalu, masa kini dan masa depan

ditafsir atau tidak

ia pernah hadir atau tidak

tiket segala arah itu dalam genggamnya

 

 

1000 jam kemudian

Ruangruang yang pernah disinggahnya,

Belokan-belokan yang dulu dilalunya

Partikel udara,

Menyimpannya entah dimana

seperti getah

 

After 2046 - Wong Kar Way, Jiffest.


Posted at 01:52 pm by KlubSabun
Comment (1)  

Thursday, December 29, 2005
SoapJunkie

Lima alasan mengapa kapitalis menjual krim pemutih (whitening cream) untuk anda:

 

  1. Karena anda berkulit gelap. Bila anda berkulit pucat atau putih seperti orang-orang di belahan eropa misalnya, kapitalis akan menjual krim yang dapat menjadikan kulit anda menjadi lebih gelap. Poinnya, kapitalis selalu berusaha membuat anda merasa ada yang salah dan nggak nyaman dengan diri anda. Perasaan tidak nyaman (insecure) ini menguntungkan kapitalis. Karena orang-orang yang tidak nyaman seperti ini biasanya akan sangat konsumtif, dan mengkonsumsi produk-produk seperti: mouth freshener, deodorant, pelindung tabir surya, dan bermacam-macam kosmetik.
  2. Kulit yang coklat atau gelap adalah seksi dan sensual (juga mengindikasikan kekayaan pigmen, orang-orang berkulit gelap biasanya berasal dari negara-negara tropis yang memiliki cahaya matahari berlimpah sepanjang tahun). Kapitalis nggak suka orang yang menyadari dirinya seksi atau sensual. Orang yang merasa nggak bermasalah dengan penampilan tubuhnya nggak akan mengeluarkan banyak uang untuk produk-produk kecantikan.
  3. Agar ada sebuah keseragaman kecantikan universal. Keseragaman seperti ini memudahkan mereka untuk mengendalikan anda. Mereka nggak perlu ngeluarin banyak uang untuk riset macam-macam bila keinginan orang-orang semakin seragam.
  4. Krim pemutih adalah satu dari sekian banyak hal nggak penting yang pernah diproduksi oleh kapitalis. Mereka tentunya sangat bangga bila berhasil meyakinkan orang untuk mengkonsumsi produk yang sebenarnya nggak penting, dan untuk ini para kapitalis memang layak mendapatkan Marketing Awards.
  5. Yang pasti apapun alasannya, anda akan mengeluarkan uang untuk membeli krim pemutih, dan kapitalis tentunya sangat senang dengan hal ini. :)

 

Jadi boys and gals, dari sekarang berhentilah membeli produk krim pemutih. Nggak ada gunanya. Nggak ada krim ajaib yang bisa menyulap kulit gelap menjadi putih atau kulit putih menjadi gelap. So, bila anda berkulit gelap bersukurlah, karena anda begitu seksi. :)


Posted at 01:42 pm by KlubSabun
Comments (2)  

Thursday, December 01, 2005
SoapJunkie


Lelaki yang Meracuni Sumur

 (Ini seperti kerinduan yang menyelinap saat kau terbangun dari mimpi, ada kehilangan yang mengendap, tapi ini hanyalah sebuah mimpi...)

Perempuan bersayap sebelah adalah pengunjung sebuah sumur
Sumur yang memendam dan menggaungkan kembali segenap kesunyian,
yang melempar benua byte kata-kata
yang menjawab dalam piksel-piksel membuta
Ayat-ayat Coelho, Bols Blue, Counting Crows dan Radiohead

Entah apa yang menghampiri mereka...

Perempuan itu membaca lelaki, membaca dan menuliskan kembali setiap huruf dan kata yang terang lindap ditubuhnya. Huruf dan kata bertumpuk mirip bintang-bintang angkasa (imajimu dapat saja menemukan elang, gunung atau burung hantu). Tapi ia hanya seorang lelaki penunggu sumur dan jiwa sumur yang diambil bertimba-timba.

Keruh tanpa dasar.

(Perempuan mendamba Shaman pada lelaki yang menuliskan bab terakhir dalam lorong-lorong bercecabangnya dan domba-domba phospor yang menempel dilangit-langit. Mereka-reka sebuah akhir. Lelaki dengan sepasang mata menyala, menatap penghunus belati punggung-punggung terbuka.)

Perempuan mencabuti dan menanam kumis Nietzsche di kemaluan lelaki,
Kontrasepsi Nietzsche; dan perang melumasi rahimnya.
Saat lelaki membongkar segenap pintu terkunci, untuk menggenapkan Aletheia – mencari dan mencabutnya
Menggumam kalimat Adam yang melompati sumur Hawa demi kebebasan.

Meski kutuk Seizoutres tertanam di dasarnya.

(Kemudian Aletheia kecil terbang, sayapnya tak sebelah seperti perempuan, ia terbang tanpa tangisan, sayapnya menderu hujan yang membasahi kepala, kepala lelaki leleh, rahim perempuan leleh.)

Sumur itu kemudian ditinggalkan,
racun mengendap diliangnya.
Lelaki membakar ranjang dan tubuh yang mengucap tuhan
bagai umpatan
menghanyutkannya di sungai darah menuju jiwa lautan
yang menampung air mata; seperti Tigris, seperti Seine.


Posted at 05:16 pm by KlubSabun
Comment (1)  

Friday, August 26, 2005
SoapJunkie...


Inilah aku yang telah mengendus sekian jejak, saat menerima bingkisan segenap ketenangan masa lalu dari perempuan tua berpakaian pesta yang mereka sebut dunia. Ya, aku mungkin mencintai kamu walau masih butuh sedikit konspirasi melalui musik-musik santai beberapa gelas bir dan bacaan-bacaan usang. Mengingat-ingat setiap detik kesenangan dan menitipkan sekarung rindu dalam selangkangan waktu. Sayang, malam itu aku melihat jembatan penyeberangan itu tidak lagi mengantar orang-orang dari satu tempat ketempat yang lainnya, mereka telah berhenti tepat ditengahnya. Tinggal disana dan memutuskan kematian. Seperti bus-bus kota yang merambat malas mengunjungi halte-halte untuk menjemput dan menurunkan kesunyian.

SMS – Perempuan 1, 13-Aug-05 09:56
Dearest, i dont know why evrything's so wrong nowadays. Perhaps i need to leave evrything n dont give a damn on anything. Or perhaps im trapped in loneliness.

(Reply: …Aku ingin terus-terusan melumat bibirmu dan membuat dadamu sesak, menghisap segenap kesepianmu dan memenjarakannya.)

Kau mungkin tak suka, tapi itulah aku. Berharap menjadi rollercoaster yang mencuri dan menghajar kesunyian itu. Rollercoaster bergemuruh yang menghentikan waktu dan membuat dadamu bergetar kencang. Sayang, kota ini adalah prostitusi purba dan hometown-nya para pembalap zigzag dalam tikungan tak terduga, mereka tak pernah benar-benar melihat dan mendengar kita. Ya, suatu saat kita akan meninggalkan sirkuitnya. Melanjutkan pembicaraan tentang kemiskinan yang berdiam di jembatan penyeberangan itu, di halte-halte itu, di lorong-lorong sempit dan terkelam didalam jiwa dan urat nadi kita. Kau tahu kan, bila kerontang kaleng dan gemerincing recehan kelaparan itu dikumpulkan maka akan memecahkan gendang-gendang telinga dan mengalahkan semua genderang perang yang pernah ada?

SMS – Perempuan 1, 17-Aug-05 12:07
I don't know much/ but i know i love u/ that might be all i need to know.

Ah, aku terlalu gelisah siang ini…mencoba mengumpulkan keyakinan serta mimpi-mimpi tergerus diantara riuh pesta orang-orang yang merasa telah merdeka. Ingin sekali menatap lekat mata kamu. Mencari refleksi wajahku di dalam sana, untuk mengingat dan menyatukan kembali bagian-bagian diriku yang telah berantakan dan hilang.
Sayang, beri aku waktu untuk merampas kamu. (END)


Posted at 04:17 pm by KlubSabun
Make a comment  

Saturday, June 04, 2005
SoapJunkie

Halte dan senja yang gagal membuat takjub


 Halte dan selempeng senja,

perempuan rebonding tumpah dari billboard di ujung sana

bibirnya basah, celananya basah

menebar aroma pada imaji orgasme sempurna

mengantar pengantri roller coaster menuju akhir sejarahnya

sebuah roller coaster terlambat dan terpanjang yang pernah ada

inilah amuk hiperskeptisisme pembunuh berantai atas nama cinta

sahutnya

‘This is my final fit, my final bellyache with
No alarms and no surprises, no alarms and no surprises
No alarms and no surprises, please..’*

gedung phallus perancap langit

imaji jackpot para petarung struk belanja,

penghisap keringat

asap, serapah dan senyum karbon dioksida

selesai sudah serangkaian peluh dan derita

dari mata-mata yang tak lagi mengharapkan keajaiban

dan narasi pada senja didepan sana

waktu mekanis hari ini dan selanjutnya

adalah ini dan kemudian itu, ini lagi kemudian itu

…..

dan mati

tubuh-tubuh mati kompos peradaban,

pelumas sejarah berangkal urugan

dikeruk oleh permainan kuasa

TV zapping dan panopticon raksasa

disudut sana, gitar bolong serak masih terus mengigaukan Tuhan,

Tuhan..Tuhan, Hei..Tuhan

suaranya tersedak kata yang mirip nasi atau nasib

‘No alarms and no surprises, no alarms and no surprises
No alarms and no surprises
Silent, silent..’*

 

*No Surprises - Radiohead


Posted at 10:27 pm by KlubSabun
Make a comment  


KlubSabun adalah halte terbuka buat siapa aja, musafir cyber yg kesasar, cyberhippies, atau buat mereka yang terjangkit Post-HeartBreak Syndrom :)
KlubSabun adalah ruang kebersamaan, mirip kamar kost2an yang penghuninya menggunakan sabun yang sama, berbagi bau keringat, berbagi penyakit kulit..upss
KlubSabun adalah ruang sok serius, eclectic, kitsch, romantic, reumatic :D..so dont take it seriously dude ;)..enjoy it klubsabun@yahoo.com
   

<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

'MusicMusicMusic'
Semua Album Bob Marley, Radiohead (Computer Ok, Kid A, Amnesiac), Capital Letter (Smoking My Ganja), Counting Crows (Recovering theSatellites, August and Everything After), Portishead (Sour Times, Glory Box dan semua..), Peter Tosh (Legalize It),U2 (Joshua Tree, Rattle and Hum), The Doors (Morrison Hotel, Strange Days, L.A. Woman), Blink 182 (Take off Your Pants and Jacket), Saint Germain (Tourist), Rolling Stones (Beast of Burden, Time is On My Side, Blues and Love Songs album), Rage Againts The Machine, Gorillaz, Moby (Porcelain, Natural Blues) Enigma, Nusrat Fatheh Ali Khan, Qawwali, Laurent Garnier, Massive Attack, The Police, Bjork, Sex Pistols, (Anarchy in the U.K), Zenzile, World Music, New Age.

'Buku Koncian'
Travels in Hyperreality – (Umberto Eco), Simulations – (Jean Baudrillard), Radical Street Performance – (Edited by Jan Cohen/Cruz), Culture Jamming – (Adbuster Media Foundation), The Philosophy of Punk – (Craig O'Harra), The Turning Point – (Fritjof Capra), Labirin – (Jose Luis Borgez), Sang Alkemis – (Paulo Coelho), Discipline and Punish, The Birth of the Prison – (Michel Foucault), Orientalism – (Edward Said) , The End of History and The Last Man – (Francis Fukuyama), Subculture (Dick Hebdige), Flower in The Dustbin, The Rise Of Rock N’ Roll – (James Miller), Pemberontak + Mite Sisifus (Albert Camus), Dan Brown (Da Vinci Code), Jaques Derrida, Franz Kafka, Pramudya Ananta Toer, Kurt Vonnegut, Jostein G, Milan Kundera, Nietzsche.

'Film Quotatium'
Orang yang pernah rusak adalah orang yang berbahaya, karena mereka tahu mereka bisa bertahan hidup; Juliette Binoche sebagai Anna Barton dalam Film Damage - 1992.
Hidup normal, minum Coca-cola dan Kentucky Fried Chicken, adalah konspirasi terhadap diri sendiri; Mel Gibson sebagai Jerry Fletcher dalam Conspiracy Theory.
Aku membuat dan menjual sabun; perlengkapan peradaban - Tyler Durden, Fight Club.(Special Quot for Klubsabun;p)


Free Escape
  • Antitext
  • Radiohead
  • Adbusters
  • Wooster Collective

    Pals
  • Kekasih Waktu
  • Miranda
  • Perca
  • Nyanyian Hujan
  • Anne
  • Kere Kemplu
  • Red-School of Thoughts
  • Jimbong
  • Ebonk
  • Hakuna Matata

  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed